Posted by : Warnet ChaDos-Net Rabu, 21 Desember 2016

Aku dibesarkan di sebuah kampung di kabupaten fak-fak papua barat, kampung   yang sangat terpencil dan jauh dari keramaian kota. Separuh hidup masa kecilku kuhabiskan di kampung ini, orang tuaku saat itu berprofesi sebagai tenaga pendidik ( Guru SD).Beliau juga mengejarkan pekerjaan lain untuk pengasilan tambah dalam keluarga kami berkebun dan memecah batu. Aku mempunyai tujuh bersaudara, kami hidup saling menhargai dalam keluarga kami

Ada cerita unik di hari Natal yang masih aku ingat , ketika nuansa natal tiba di tahun 90an  kampung ini akan di datangi sanak sauranya yang tinggal dibeberapa kampung yang yang ada di sekitarnya. Ada juga yang akan datang dari kabupaten fak-fak seperti anak-anak sekolah yang bersekolah di SMP.SMA dan Kuliah di fak fak.

Nuansa natal di tahun 90an di kampung pikpik sangat berkesan dan penuh suka cita, Tahun-Tahun itu kami tak tau mananya pondok natal / tempat duduk. Mungkin saat itu belum ada penerangan ( listrik ) sehingga kami tak ada yang membuat pondok dan pohon natal. Tapi ada yang lebih terkesan untukku masih kecil sering bermain bersama teman teman  di ujung kampung gibirtonggo ( Pikpik ) , kampung ini letak di jalan utama ketika orang yang baru tiba di kampung pikpik kami yang akan lihat terlebih dahulu dan teriak tongdi duadpo ( orang fakfak) jika dia baru dari fakfak.

Di tahun 90an untuk sampai di kampung tercinta pikpik harus berjalan kaki melewati beberapa kampung bahkan gunung dan lembah.kehidupan masyarakat kampung pikpik sangat ramah dan berjiwa sosial terhadap sesama.hal ini bisa terlihat saat malam natal 25 desember.karna di ibadah pagi tanggal 25 itu akan diumumkan di gereja bahwa pemuda semua akan kumpul untuk membuat pondok yang akanmenaruh hidanggan natal seperti kue,theh,susu dan hasil kebun seperti pisang goreng,ubi goreng ,keladi goreng,petatas goreng dan berbagai masakan lainnya.ada juga yang di tugaskan untuk menhiasi pohon natal. Kampung ini bulan desember tahun di 90an  setiap rumah ada saja kue yang mereka taruh untuk sanak saudara yang akan berkungjun di rumah mereka.bahan bahan untuk membuat kue ini mereka tidak mendapatkan dengan mudah karna harus menunggu hari pasar yang jatuh setiap lima hari berseling karna itu aka ada pedagan yang datang dari ibu kota distrik kokas dan pasar lima hari ini juga masih di kenal dengan sistim bartel.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Entri Populer

- Copyright © WARNET CHADOS-NET - chados sangkek Templates - Powered by Chados sangkek - Designed by chados sangkek -