Posted by : CHADOS SANGKEK Selasa, 27 Februari 2018

KISAH SI PEMECAH BATU
DI KAMPUNG SKENDI KABUPATEN SORONG SELATAN

Di Kampung Skendi hidup Seorang pemuda perangtauan yang tinggal seorang diri dan jauh dari sanak saudaranya. pemuda ini menjalani kehidupanya seorang diri tanpa memita bantuan pada tetanga yang hidup berdekatan dengan rumahnya.

Dengan memiliki tenaga yang masih kuat si pemuda membuat gubuk kecil dengan Lebar 4 ( empat) meter dan Panjang 5 ( lima) meter) tahun 2011 ,saat si pemuda ini membuat gubuknya tak seorangpun tetanga yang datang membatunya.

Pemuda ini dengan sabar ia membuat gubuk dan tak lama kemudian jadilah gubuk impian yang ia kerjakan .awalnya si pemuda ini tak memiliki tempat tinggal dikampung Skendi . Tahun 2011 ia tinggal digua batu selama 8 bulan, motivasi inilah ia membuat gubuknya.

Hari-hari si pemuda ini melakukan aktifitasnya memecah batu,dibawah terik mata hari yang panas satu dua bunyi betel si pemuda itu ,Batu pecah sedikit demi sedikit . 5 (Lima) tahun kemudian tempat dimana si pemuda memecah batu itu menjadi rata dengan Lebar 9 meter dan Panjang 16 meter.

Ada keinginan si pemuda ini untuk mencari pekerjaan yang lebih layak dari pada menjadi si pemecah batu .Tapi apa mau dikata, ia hanya seorang perangtauan yang tak memiliki keluarga disisi birokrasi dan eksikutif sehingga ia tak mendapatkan pekerjaan.

Betel dan martelu menjadi teman disaat ia ingin mengatakan sesuatu”   ada harapan si pemuda ini bawah suatu hari nanti di ujung Martelu ia menjadi sosok yang dicari banyak orang.

Harapan itu menjadi kenyataan di tahun 2016 pemuda ini membuka usaha warnet dengan bermodal memecah batu. selama 5 ( Lima) tahun si pemuda ini mengumpulkan modal. Satu persatu sperpard komputer ia belikan dan bermodal kesing rusak yang ia dapatkan dari tempat besi tua maka berlahan ia merakit CPU 15 unit dan sisa modal ia membelikan layar monitor.

Pengetahuan merakit dan memasang jaringan , si pemuda mendapatkannya di warnet dan buku-buku panduan . Membaca telah menjadi bagian dari hidup sebab kata si pemuda ini ( Sekolah Boleh Berakhir di jenjan tertentu Tapi Membaca Tak Pernah Berakhir ) itulah motivasi pemuda si pemecah batu.

Ketika ia menjaga warnet disitulah namanya mulai di kenal banyak orang akan pengetahuan yang ia miliki. Setiap orang yang datang bertemu dengan si pemuda ini dengan membawa komputer/laptop untuk instal,gantikan manibrod,dan masukan Software yang mereka butuhkan. Ada juga yang datang membawa Hp untuk membuka pola yang terkunci, masukan game,Dll

Kini banyak tawaran kerja yang datang namun si pemuda ini tidak tergiur akan tawaran itu,ia lebih menyukai dunia Software dan hawser. Di balik cerita di atas benar-benar kisah nyata dari si pemecah batu yang bernama Chados.sangkek

AKHIR KATA

“Jadikan tulisan sebagai krakter hidup untuk mengabadikan setiap kehidupan yang kamu lalui”

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Entri Populer

- Copyright © WARNET CHADOS-NET - chados sangkek Templates - Powered by Chados sangkek - Designed by chados sangkek -